08 Januari 2008

Laporan Penanganan Dan Perkembangan Bencana Banjir, 26 Des 2007 - 8 Jan 2008

Rabu, 26/12/07

Ponorogo dilanda Banjir. Wilayah kota bagian Barat dan seterusnya, Stasi Carangrejo tergenang. 100 orang mengungsi di SDK, 10 orang di SMPK dan 15 orang di Gereja. Umat Paroki membuat 700 nasi bungkus

Kamis, 27/12/07

Setuju pengiriman dana tanggap darurat 2.500.000 per lokasi paroki

Merespon situasi banjir di Jatim

Merespon situasi dan meneruskan ke jaringan PSE

Gereja stasi Jipang dipakai mengungsi. Km. 5 menjelang Stasi Jipang arus deras kendaraan tak bisa lewat jumlah umat sekitar 50 kk. Umat yang tertahan di atas rumah. Jalur Blora-Cepu dan Cepu-Bojonegoro terhambat banjir. Rm Yitno memohon perahu karet, namun dibatalkan karena tidak bisa.

Kota Ngawi terkepung banjir dari arah Barat, Utara dan Timur. Dua sungai yang mengapit kota Ngawi meluber, sungai Bengawan Solo dan sungai Madiun. Paling parah Stasi Kwadungan. Kendaraan seksos Paroki tertahan macet. Gereja koordinasi dengan PMI Pemda

Merespon situasi dan meneruskan ke jaringan PSE

Menginformasikan situasi banjir Jatim ke jaringan Karina KWI

Jumat, 28/12/07
6 rumah umat longsor rusak karena longsor. Gereja koordinasi dengan Pemda

Melakukan pendataan umat dan umat Paroki insiatif membuat nasi bungkus

Rm. Wawan, CM dan Rm. Didik Setyawan, CM dilokasi
Malam, melaporkan dapat bantuan gubernur 20 perahu karet dan 5 perahu mirinir

Posko memasak dan mengirim 2.250 nasi bungkus. Wilayah Barat Ponorogo belum bisa masak.

Info perahu karet ada di Ace Hardware Royal Plaza, harga perahu karet bekas SAR Inggris Rp. 12.000.000

Fax Keuskupan 25 % kolekte Paroki Regio I diharapkan untuk itensi korban banjir ke Rekening APP

Mengirim sembako ke Cepu tetap gagal masuk kota, merespon situasi dan menerukan ke Jaringan PSE

Menginformasikan bentuk laporan emergency response

Sabtu, 29/12/07

Banjir masuk kota setinggi 1 meter. Pengiriman sembako ke seberang sungai yang terisolir dilakukan Sr. Bertha, PK menggunakan perahu warga. Umat Paroki membuat nasi bungkus

Melakukan pendataan di lapangan dan survei lokasi Ngawi dan Cepu

Mengirim bantuan sembako

Menghimbau, pembelian sembako di paroki akan diganti dengan dana Rekening bencana Keuskupan Surabaya

Mengirimkan sumbangan dana ke Ponorogo, 5.700.000

Membuat laporan ke Karina KWI, mengirimkan ke jaringan PSE

Memohon data jumlah KK umat yang terkena banjir dan membutuhkan bantuan. Menginformasikan bentuk laporan tool kit emergency response

Aksi Natal quasi Paroki Puri Indah, akan diarahkan ke 3 lokasi bencana Bojonegoro, Cepu dan Ngawi

Memohon informasi sewa perahu karet untuk distribusi makanan di Bojonegoro

Melaporkan 10 relawan dari Surabaya dan Malang menuju Cepu membawa sembako, obat-obatan, alat mandi, selimut, pakaian dalam wanita dan uang 4.000.000

Menginformasikan penjual perahu karet: PT Bay Industrial Indonesia
021 55793831 (Jakarta) dan Toko Karya Teknik (Jakarta) 02128828222. Merek Avon untuk 12 orang Rp. 101, 5 jt.

Mohon konfirmasi nomer rekening, karena takut penipuan

Paroki Cornelius, Madiun membantu pasokan bantuan ke Ngawi. Cepu banjir semakin parah, Rm. Yitno bergerak seadanya memakai rakit pohon pisang.
Bojonegoro banjir memasuki kota. Paroki Regio I belum banyak yang bergerak, mungkin Minggu 30/12/2007. Diprihatinkan tenaga siaga bencana yang minim

Sepakat memutuskan membeli 5 perahu karet @ Rp. 12.000.000 untuk Paroki, Ngawi, Cepu dan Bojonegoro.
Karena mendesak untuk evakuasi atau mengirim bahan makanan. Tetapi sangat kecil bentuknya dan masih ragu

Konfirmasi mengirim dana ke rekening bencana Rp.2.800.000 dari alumni St. Louis.

Kebutuhan urgen hari ini, menurut Rm. Yitno adalah:air minum, obat-obatan: flu, masukangin, demam, ban dalam mobil untuk rakit pengiriman barang ke stasi.Relawan dari Blora dan Rembang membantu.

Besok dapur umum dari ibu ibu dan relawan mudika Blora

Dapur umum hari ini berhenti. Umat Slahung membersihkan lumpur di SMPK. Posko
pindah dari SDK ke Gereja. Besok mengirim bahan mentah sembako ke 7 RT.

Dapur umum bergerak membagikan 400 nasi bungkus. Jalur Madiun lewat Paron bisa dilewati.

Minggu, 30/12/07

Banjir hari ini semakin parah. Kiriman sembako PSE tidak bisa masuk kota. Jalan ke Bojonegoro putus. Dapur umum Gereja ditinggalkan orang karena mengurus rumah sendiri-sendiri. Jaringan telepon putus, listrik mati.

Pemda tidak melakukan koordinasi, mungkin karena Bupati sekarang, kemarin
kalah dalam Pilkada. Perahu karet lalu-lalang tetapi tidak merata evakuasinya.

Ketua Depar bersama Lions Club yang hendak menjangkau lokasi membawa sembako, dijarah sebelum sampai. Banyak yang membutuhkan makan tetapi distribusi tak merata

Banjir mulai surut, distribusi makan bisa bergerak. Namun cuaca tetap mendung, khawatir jika hujan lagi. Sembako masih cukup. Yang sangat perlu perlengkapan mandi: sabun, odol, handuk, shampo.

Informasi perahu karet seharga 15-20 jt. Toko di Jakarta 0214400542, minggu buka sampai jam 14.00

Akan mengirimkan air minum ke Cepu dan Bojonegoro

Menginformasikan situasi ke jaringan PSE dan Karina KWI

Info terakhir dari Cepu dan Bojonegoro menjadi perhatian.

Rencana:
Senin, 31/12/2007 mengirim beras 10 kwintal, mie 30 dos, belanja Rp. 2.500.000, peralatan mandi, perlengkapan perempuan, pakaian dalam, sabun, odol, handuk, shampo. Berangkat dari Jl. Kinibalu 41 Surabaya, jam 10.00 WIB

Selasa, 1/1/2008 obat-obatan, alat kesehatan, dokter dan para medis

Ongkos transportasi dan belanja bahan sembako 2.500.000 ditanggung PSE-APP.

Rm. Ismartono akan mengirimkan perahu karet dari Jakarta, kemungkinan diterima Senin 31/12/2007 siang

Info 1 perahu karet ada di Gang Matraman No.5 Blitar, kontak Anis

Menginformasikan Posko PSE tidak ada yang jaga

Konfirmasi telah mengirim uang ke Rek Rm. Hersemedi Rp. 2.500.000. Namun pembelian sembako dibatasi

Menurunkan perahu karet di Tuban, akan diterima Rm. Stanis. Di bawah koordinasi Vikjen

Membantu draft emergency funding request

Mengirimkan perahu karet ke Bojonegoro dari Marinir, dibawa Fr. Dadang 081335340536

Bisa diatasi dengan persediaan dana dan sembako. Rencananya akan mengurusi kesehatan dan perlengkapan sekolah

Konfirmasi mengirim dana ke rekening bencana Rp. 2.820.000 dari Pak Gwan Ang ke Ngawi dan Ponorogo masing-masing 1.410.000. Dan dari pak Wahjudi Rp. 3.000.000 ke Ponorogo

Senin, 31/12/08

Dari survei di Cepu dan Bojonegoro, mereportase:

1. Banjir yang menggenangi pasar Ketapang – Cepu. Arah ke Bojonegoro terputus. Dari Surabaya ke Cepu harus memutar melalui Tuban -Rembang - Blora - Cepu

2. Dari Surabaya ke Bojonegoro hanya bisa sampai ke depan stasiun KA.
Gereja masih 2 KM dari stasiun. Gereja paroki belum bisa dicapai karena terkepung air. Kedalaman air kurang lebih 1,5 meter. Ke Gereja harus memakai perahu karet untuk menyalurkan logistik.
Menurut Rm. Hersemedi, tempat pengungsian ada 2 tempat: di paroki ada sekitar 100 pengungsi dan di sekolah ada sekitar 250 pengungsi.
2 tempat ini masih sulit dicapai karena belum ada sarana (perahu karet) untuk menyalurkan logistik.

3.Kebutuhan yang mendesak untuk 2 tempat tsb adalah : Relawan (untuk menyalurkan bahan makanan siap saji, air minum, dll). Jika tergerak jadi relawan, kontak: Didik CM 081331607608 atau Indro 08155503794.

4. Pagi ini akan berangkat kembali 10 relawan dari Surabaya menuju Bojonegoro dengan 1 truk berisi bahan makanan.

Mengirim 5 suster relawan ke Cepu, tenaga distribusi dan investigasi serta 1 perawat. Sedang disiapkan obat dan logistik

Memastikan bahwa dana dari KWI hanya satu pintu: Karina KWI

Meneruskan informasi ke jaringan PSE dan Karina KWI

Menentukan pusat Posko Bencana, di Kantor APP Keuskupan, Jl. Majapahit 38 B, Surabaya. Kontak person: Tutik 081357911032

Sumbangan berupa barang bisa diberikan lewat Tutik dan ditempatkan di ruang PSE, APP atau ruang Koordinator Komisi (eks Justice and Peace)

Perahu karet dan obat-obatan kiriman dari Rm Ismartono akan dikirimkan ke Tuban. Koordinasi dengan Rm. Didik, CM koordinator relawan di lapangan. Rm. Didik, CM akan koordinasi dengan operator pasukan katak marinir yang berangkat bersama tim relawan

Membawa perahu karet 5, yang 2 untuk Gereja. Plus bahan bakar / solar dan operator dari pasukan Katak, di bawah koordinasi Rm. Didik. Dibekali dana bahan bakar 2.500.000

Info Posko dengan PSE Madiun, Pak Ilham 08123432109 dan Pak Hanny 03517807809.

1 truk sembako, alat mandi, perlengkapan perempuan dll berangkat dari Don Bosco, Jl. Tidar berangkat menuju Bojonegoro

Hari ini 12 relawan dari STKIP Widya Yuwana dan Unika Wina, Madiun turun ke Cepu dan Bojonegoro

Perjalanan ke Bojonegoro lewat raya di Babat terhalang banjir. Bisa lewat jalan-jalan kampung. Neneknya yang terjebak di Bojonegoro bertahan, karena sudah ada pasokan makanan

Konfirmasi obat hipertensi, asthma, salep mikonazole (jamur) dan perlengkapan luka untuk Bojonegoro

KAJ sudah mengirimkan bantuan ke rekening dana bencana

Melaporkan KAJ sudah mengirimkan bantuan ke rekening dana bencana Keuskupan. Perahu karet sudah berangkat menuju Tuban.

Koordinasi wilayah Ngawi-Ponorogo oleh Tim Paroki Cornelius, Madiun, Rm. Yuni Wimarta, CM 08125983234. Rm. Eka telah mentransfer dana Rp. 5.000.000.
Koordinasi wilayah Cepu-Bojonegoro oleh tim relawan Surabaya, Rm. Didik, CM 081331607608

Rm. Hardi memohon bantuan buku 2000 buah (perlengkapan sekolah) dan obat-obatan untuk Ponorogo

Sumberjo dan Geneng, Ngawi sudah surut. Banjir setinggi manusia sudah surut, tinggal lumpur. Bersama relawan membagikan beras, autan dll

Melaporkan, 12 relawan datang ke Ngawi membersihkan rumah yang terkena banjir dikoordinir oleh Fr. Joko dan Seksos paroki St. Yosef Ngawi.

Bantuan barang terus berdatangan dan para sukarelawan sedang mem-packing paket sembako.
Tim relawan sudah sampai Kapas. Kontak person di Kapas, Pak Hardi 081553031779. Jika menuju Bojonegoro sesampai di Babat, harap ke arah Babat. Sesudah Yon Zipur belok kanan

SMS: Truk sudah menuju Tuban, membawa 5 perahu karet, obat dll. Ada yang pakai alamat tujuan yang ditulis pengirimnya, yang lain dialamatkan ke Sr. Monika atau tanpa alamat. Semoga diterima korban sesuai kebijaksanaan setempat. Nama sopir truknya Muliyono 085640598826

Melaporkan Fax KWI

Data belum bisa diberikan

Mengirimkan peta bencana dan data dari Dinas Kesehatan Ngawi

Telah menyelesaikan distribusi dan evaluasi. Data belum bisa diberikan

Menyatakan penduduk kabupaten Bojonegoro semua menjadi korban sebanyak 1.300.000 jiwa. Yang Katolik 1.500 jiwa

Selasa, 1/1/08

Memohon dana emergency ke PSE KWI

Memohon tenaga relawan. Yang bisa harap menghubungi Andri, 08113404116

Bojonegoro bisa diakses mudah. Mobil bisa masuk kota, air sudah surut. Namun ada kabar tanggul Gajah Mungkur dibuka lagi, karena Solo hujan deras. Jika demikian bisa banjir lagi.

Melaporkan posisi di Pos Kapas, di rumah Pak Hardi

Laporan dari TV: banjir Bojonegoro parah, tak terkendali.

Meluncur kembali dari Gereja ke Kapas, karena isu banjir akan datang lagi. Malam, akan menjemput kiriman perahu karet di Tuban.

Mengabarkan sungai Bengawan Solo meluap lagi. Banyak warga stress. Warga di Ngawi banyak yang sakit dan Puskesmas mengalami overload pasien.

Memohon up load berita banjir ke milis berita_katolik

Bu Sophie akan kontak Rm. Sigit untuk dana emergency

Melaporkan, sembako di Bojonegoro telah habis. Mohon diinformasikan ke jaringan PSE. Dan memohon ijin pembuatan perahu dari pipa peralon untuk distribusi bantuan

Melaporkan di Cepu masih ada beras

Meminta hubungi Rm. Didik dan Bu Lily untuk pengadaan nanti diganti

Melaporkan situasi Bojonegoro ke milis PSE KAJ

Memohon nomer rekening Bencana Keuskupan Surabaya akan dikirim dana emergency Karina KWI

PSE Madiun memohon briket batubara karena kesulitan memasak, minyak tanah, arang dan kayu telah basah

Sudah dikirim 5.000.000 lewat rekening Rm. Yuni Wimarta, CM telah habis dan pengeluarag telah mencapai 13.400.000. Hampir semua dana untuk wilayah Ngawi

Merespon situasi Bojonegoro. Akan mengirim sembako, beras dan perlengkapan perempuan.

Beli barang di Surabaya, Pasar Turi, Kapasan, Pasar Atom, semua tutup mencoba akan ke Alfa. Akan ikut ke Bojonegoro ?

Bertemu dengan Rm. Benny , Vikjen dan Sekertaris Uskup di Keuskupan. Mengambil barang ke Ursulin, Raya Darmo. Meluncur ke Bojonegoro dengan 4 relawan Sidoarjo.

Perjalanan lancar, sampai di Babat harus lewat lokasi lain karena banjir. Terus ke Kapas dijemput Fr Dadang sudah bisa masuk kota. Sepanjang jalan, penduduk membuat tenda, ternak naik ke pinggir jalan

Rabu, 2/1/08

Lampu mati, istirahat seadanya. Jam 2.15 kiriman perahu dari Jakarta dijemput Rm. Didik di Bulu, tiba di Bojonegoro.

Pagi-Siang
Makan pagi, dapur umum bekerja, relawan mulai survei, membagikan makan dan minum di posko paroki dan ke lokasi banjir. Perahu karet mulai dirakit dan membantu transportasi warga yang tertahan di atas rumah 3 hari.

Perahu karet SAR dan Marinir memunggut biaya. Di beberapa lokasi, banjir setinggi leher dan dada orang dewasa.

Tim relawan, dikoordinir Frater merekap hasil survei dan mengirim permintaan bahan makan dan minum ke lokasi, ada yang menggunakan perahu.

Tim kesehatan dikoordinir Sr. Bertha dan dr Kristin beserta 3 dokter umum dan 2 dokter gigi, mengadakan pengobatan gratis di SDK di mana bertempat 250 pengungsi. Mereka melayani sejak jam 09.00-16.00

Dapur umum membutuhkan makanan dan lauk pauk siap makan: abon, srundeng, sambel pecel, dendeng

Sore hari, banjir di beberapa lokasi surut sekitar 10-15 cm

Menanyakan rekening bantuan.

Mentransfer dana emergency 50.000.000 dan mengirim utusan ke Keuskupan Surabaya

Membahas kemungkinan ketemu dengan 4 koordinator lokasi bencana

Melaporkan survei, telah memberikan paket sembako kepada 830 kk. Kemungkinan ada total 500 kk.

Situasi di Ngawi sudah relatif baik berkat dukungan dari Paroki Cornelius. Dana dan sembako masih tersedia

Situasi banjir sudah surut. Dana dan sembako masih tersedia. Pembagian makanan sudah berhenti

Kamis, 3/1/08
Memberikan data korban bencana banjir ke Vikjen

Memberitahukan nomer rekening Karina Keuskupan Surabaya belum bisa diwujudkan

Memberangkatkan 1 truk bahan makanan, bantuan dll ke Bojonegoro dari Paroki HKY

PSE Keuskupan Bandung membantu dana 20.000.000

Sumbangan via Ceacilia Jenny Rp. 2.650.000,-

Kedalaman air di Jl. Panglima Sudirman Bojonegoro, surut menjadi setinggi pinggang orang dewasa. Listrik PLN sudah menyala, pada pukul 13.30

Akan berangkat bersama relawan ke Bojonegoro jam 08.30, Jumat 4/1/08 membawa bantuan dari PSE, Ursulin, Paroki Ngagel dan Sidoarjo

Mentransfer uang sejumlah Rp. 2.517.000,- ke rekening bantuan bencana BCA, bukti setor terlampir.

Melaporkan beras di Cepu menipis persediaannya

Melaporkan Irwan Hidayat, PT. Sido Muncul akan mengirimkan bantuan 2 box ke Bojonegoro.

Menanyakan posisi Gereja Bojonegoro dalam perjalanan di sekitar Cepu

Melaporkan posisi Pak Irwan dan memohon Rm. Hersemedi bersiap menyambut

Paroki di Keuskupan Bandung dikoordinir PSE Keuskupan Bandung mulai melakukan pengumpulan sembako

Menyepakati jadwal dan pembicaraan awal untuk proposal

Jumat, 4/1/08

Memberitahukan BCA, Darmo No. Rek: 0880203037 an. Keuskupan Surabaya

Membicarakan Project Budget untuk bencana banjir

Meminjam kendaraan untuk operasional

Menyumbang kolekte Misa Jumat pertama Plaza Kuningan 7.233.000

Mengirim dana dari Pak Gwan Ang ke Ngawi 1.410.000. Dan sisanya serta dari Pak Wahjudi Rp. 3.000.000 ke Ponorogo

Mengirim bantuan untuk Bojonegoro

Mengontak sumbangan ke Budha Tzun Chi

Konfirmasi kirim bantuan Rp. 500.000

Konfirmasi mengirim 2 relawan dan membawa obat-obatan, beras dan mie ke Cepu. Besok akan ke Ponorogo mengirim obat, sarung dan biskuit. Memforward info ke jaringan

Melaporkan kemungkinan bantuan untuk 8 SD N. Dengan item buku dan alat tulis untuk sekitar 300 anak

Diskusi dengan para relawan, koordinasi dengan PSE Madiun

Melaporkan jumlah relawan tetap ada 20, selain itu ada 40 relawan

Melaporkan jumlah relawan sekitar 10 orang

Melaporkan jumlah relawan 40. Perinciannya, 12 orang di dapur umum, 12 relawan dari Madiun dan tim inti 26 orang

Melaporkan jumlah relawan Bojonegoro 22 orang, dikoordinir Fr. Anton; yang datang sejak 31/12/07, 14 orang dikoordinir Rm. Didik, CM dan relawan dari Malang 12 orang

Ada 6 suster SSpS yang stand by di Cepu

Akan mengirimkan bantuan ke Cepu

Melaporkan distribusi paket sembako tetap berjalan. 2/1/08 menyalurkan 155, 3/1/2008 menyalurkan 128 dan 4/1/2008 menyalurkan 151.

Penyaluran paket sembako sudah bergerak ke arah Mantingan dan Pitu.
Telah ada rapat koordinasi dan pengumpulan informasi yang telah dilakukan, evaluasi dengan Rm. Fusi, Pr, perencanaan pasca banjir dan pengecekan barang dan uang untuk penentuan rencana ke depan.
Ada informasi, 2 pintu Bendungan Gajah Mungkur dibuka. Kemungkinan efeknya sampai ke Ngawi, karena volume air sungai naik. Kenaikan air karena hujan tidak berhenti sejak kemarin sore.

Sabtu, 5/1/08

Meneruskan pembuatan project budget

Mengabarkan persediaan beras habis

1. Menyepakati bantuan sebaiknya:
-di tempat yang terkena banjir
- kurang mampu
- tidak disentuh bantuan lain
- tidak dibantu pemerintah
- tidak dibantu lembaga kemanusiaan lain
- anak lebih dari 2
- usahanya hancur
- tidak memiliki rumah dan tanah
- punya kartu identitas

2. Relawan
- Ngawi 26 relawan
- Cepu 10 relawan
- Bojonegoro 22 relawan
- Ponorogo 20 relawan

Total 78 relawan

3. Jumlah Bantuan
- Ngawi 500 kk
- Cepu 600 kk
- Jipang 80
- Bojongro 780 kk
- Ponorogo 520 (40 kk X
13 RT)

Total 2480

4. Data korban bencana / umat di masing-masing paroki:

- Perlu diperjelas dan dianalisa, yang benar-benar masuk kategori sangat membutuhkan bantuan.

- Perlu diperjelas nama, lokasi / alamat, jumlah anggota keluarga, kategori (laki-laki / perempuan, anak / dewasa, SD / SMP)

Mengabarkan kehabisan beras di Bojonegoro ke jaringan PSE

Mengabarkan kehabisan beras di Bojonegoro ke jaringan Karina KWI. Melaporkan beras untuk Bojonegoro dari Sido Muncul 3 ton datang 1 jam lagi.

Pentingnya mengetahui
1. Berapa jumlah umat di 4 paroki
2. Berapa jumlah orang yang meninggal
3. Resiko: yang negatif dan asumsi: yang positif
4. Monitoring: proses mengetahui proyek sudah berjalan dengan semestinya; 5. Evaluasi: mendapatkan hikmah yang dapat diambil dari bencana (kegiatan, dampak dsb).

Mengabarkan beberapa sumbangan beras sudah masuk ke Bojonegoro dan 3 ton dari Sido Muncul sudah masuk

Mengingatkan pentingnya komunikasi dengan paroki tentang rencana Karina

Menginformasikan:
1. Beras di Bojonegoro sore melimpah karena datang bantuan

2. Relawan di lapangan akan fokus pada pendataan. Sebenarnya sudah ditunjuk orang yang melakukan pendataan namun tidak berjalan.

3. Posko Bojonegoro merupakan posko bantuan terbesar selain PKS, Bupati terpilih dan Dompet Duafa

3/1/08, Malam, para guru Yayasan Yohanes Gabriel membantu memasak di dapur umum. Kiriman bantuan datang dari Semarang dan Sido Muncul berupa beras, mie instan, air mineral, sayuran dan jamu tradisional.

4/1/08, Tidak ada survei, distribusi bantuan ke tempat yang sudah di survei

Jalan yang tergenang air sudah mulai surut dan sudah mulai bisa dilewati. Warga yang rumahnya sudah tidak kebanjiran membersihkan rumah. Masyarakat banyak minta keperluan logistik, ke posko paroki.

Banyak bantuan dari Surabaya. Tenaga relawan yang baru 9 frater CM dan 3 mahasiswa. Rm. Didik datang mengadakan koordinasi lanjut

Tim dokter dari Yayasan Obor datang, mengadakan pengobatan gratis di depan gereja. Beberapa dokter diantar tim survei mengadakan pengobatan di lokasi yang sudah surut.

Sore, Rm Sabas, Pr dan rombongan mengunjungi posko, sepulang Cepu. Menginformasikan relawan dan bantuan di posko Cepu minim, Rm. Yitno harus membeli beras sebanyak 700 kg. Malam hari, teman-teman relawan menyiapkan bantuan ke posko Cepu, berupa beras, mie instan, makanan kering siap saji.

Kebutuhan obat-obatan untuk pengungsi di SDK St. Paulus sangat mendesak. Pengungsi menderita gatal, sakit perut, tensi tinggi.

5/1/2008, aktivitas posko sangat padat. Banyak pengungsi datang ke Gereja meminta bantuan, bukan hanya umat. Stok beras di posko sudah habis.

Minggu, 6/1/08

Menginformasikan permohonan pertolongan. Di desa Mojoagung, Kecamatan Laren, Lamongan, ada 462 KK. Sudah seminggu listrik mati, tidak ada dapur umum, butuh beras dan minyak tanah. Kontak person: Bp. Farhan 081585597958

Kontak Pak Farhan, membenarkan banjir setinggi rumah, mendesak dikirim bantuan terutama sembako dan minyak tanah. Jalan menuju posisi Pak Farhan: dari Surabaya menuju Lamongan, sebelum Babat ada Kecamatan Pucuk. Sesampai pasar Pucuk, belok kiri sejauh sekitar 12 Km akan sampai di desa Mojoagung dan bisa kontak ke Hp Pak Farhan.

Konfirmasi Bojonegoro telah menerima beras dari Sido Muncul 3 ton

Menyampaikan ucapan terima kasih by sms ke Bp. Irwan Hidayat

Mengirimkan permohonan akurasi data, pemberitahuan bantuan Karina ke 4 Pastor Kepala Paroki, Dewan Paroki dan Seksi Sosial Paroki. Tembusan ke Vikjen, Vikep III dan IV, Koordinator PSE Vikep III dan IV, via email yang sifatnya urgent

Menginformasikan telah sampai di Jakarta dengan selamat

Kontak dengan ibu Sophie tentang kemungkinan Laren, Lamongan masuk dalam proposal

Mengedarkan no. rekening atas nama Keuskupan Surabaya ke potensial donatur

Menginformasikan Laren, Lamongan banyak anak jatuh sakit dan tidak ada Puskesmas. Dan ada rekanan yang akan membantu satu-dua hari saja.

Menyampaikan syarat peminjaman perahu karet ke Bojonegoro

Senin, 7/1/08

Distribusi sumbangan intensio dantis ke Ponorogo via rekening Rm. Agustinus Supriyadi 4.410.000

Informasi Fax Karina 021 31931135; Telepon 021 31930518

Menginformasikan kebutuhan beras di Ponorogo, ialah sembako, gula dan minyak goreng. Karena Posko Gereja melayani makan untuk 7 RT

Paroki Redemptor Mundi akan membantu ke Ponorogo 10 atau 11 Jan

Hari ini mengirimkan bantuan ke Ponorogo

1. Info ke koordinator bencana 4 Paroki untuk meneruskan tahap emergency dan memperjelas data orang yang akan diberi paket sumbangan dari Karina

2. Menginformasikan kondisi di Laren, Lamongan ke Obor Berkat Indonesia (tim dokter dari Jakarta yang fokus ke medical response) dan Rm. Didik, Surabaya

3. Memasukkan data jumlah total umat paroki ke Karina KWI:

- Ponorogo 3.467 jiwa
- Cepu 2.026
- Ngawi 4.061
- Bojonegoro 1925
- Gresik 1376

4. Menentukan kunjungan koordinasi PSE ke 4 Paroki bencana banjir, sekaligus untuk menginput data jumlah penerima bantuan Karina KWI.

Sekertaris dan Bp. Andreas Suparman akan berkoordinasi dengan 4 Paroki, Ketua akan berkoordinasi dengan Karina KWI

Menyampaikan sumbangan obat-obatan via Sr. Yovita PK, Bojonegoro

Melaporkan hasil rapat, relawan akan dikoordinir Rm. Wawan dan Indro akan mensurvei ke Laren, Lamongan Rabu pagi, Rabu malam akan rapat di Paroki Kepanjen

Komunitas Budha Tzun Chi Surabaya telah berada di Bojonegoro, sejak Rabu. Jika ada yang membutuhkan bantuan bisa mengontak perwakilan Surabaya

Budha Tzun Chi, Jakarta telah mengirim bantuan dana via Ibu Conny, Surabaya untuk Bojonegoro. Rabu lalu telah mengirim beras 500 kg dan obat-obatan. Kamis akan mengirimkan seragam sekolah, alat-alat dapur, seragam sekolah, alat-alat dapur, sabun dan baju.

Mengabarkan penanganan Karina akan fokus pada 4 Paroki, karena alasan jalur Seksos yang akan dilibatkan. Laren-Lamongan akan diatasi oleh dikoordinasi Rm. Didik

Selasa, 8/1/08
Menginformasikan mambantu Laren, Lamongan sebagai ungkapan koordinasi dengan keuskupan lokal

Mohon konfirmasi telah mengirim dana 1.700.000 ke rekening bencana Keuskupan Surabaya

Melaporkan situasi Bojonegoro sudah baik. Pukul 16.00 pengobatan sudah selesai.

Meyakinkan akan menurunkan bantuan untuk Laren, Lamongan. Koordinasi di Pastoran Kepanjen, 9/1/2008 jam 20.00

Melaporkan situasi Bojonegoro via email. Tentang barang masuk dan keluar di Posko serta warga penerima bantuan

Akan mengirim bantuan alat tulis dan seragam sekolah ke Ponorogo tanggal 17/1/2008

Akan melaporkan data Ponorogo dan Ngawi, dari Ngawi

Melaporkan pertemuan PSE dengan Posko Ngawi dan Madiun: mendengarkan proses dinamika tiap posko.

Dalam tahap emergency, posko masih bisa berjalan, entah nanti pasca Januari.

Kehadiran PSE memberi penegasan jalur posko paroki dengan PSE-APP